“Manusia seolah tidak lepas dari kesengsaraan. Ketika di
beri musin kemarau, manusia memohon doa untuk meminta doa karena kekurangannya
air. Namun, apabila ketika musin penghujan datang manusia kebingunngan karena
air malah masuk ke dalam rumahnya bahkan menenggelamkan rumahnya.
Sekarang musim penghujan telah melanda negeri tercinta kita
negeri Indonesia. Dimana di sebagian wilayah warga was-was karena takut akan
terjadi banjir yang seolah-olah menjadi sebuah kegiatan rutin kala musim
penghujan datang.
Contoh yang paling sering terjadi banjir yaitu soudara kita
yang berada di Dayeuhkolot. Mereka ketakutan ketika hujan datang karena banjir
selalu terjadi di daerahnya. Seolah tidak pernah terlewatkan walau pemerintah
tengan berusan untuk meminimalisir banjir itu dengan berbagai cara.
Banyak warga yang berpendapat bahwa banjir di akibatkan oleh
hujan, namun jika di lihat dari segi agama Islam, hujan bukan suatu malapetak
melainkan sebuah berkah yang diturunkan oleh Allah SWT dari langit untuk
menumbuhkan tumbuhan yang ada di Bumi.
Justru ini merupakan sebuah balasan atas kelakuan manusia
yang telah merusak Bumi, seperti membuang sambah sembarangan menebang pohon
secara habis-habisan dan lain sebagainya.
Yang perlu kita benahi bukanlah sungai Citarum akan tetapi
akhlak dan adab manusia itu sendirilah yang mesti di bereskan.” Ujar Adnan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar